Foto: SMKN 1 Praya.
​NTBTerkini.id, Loteng– Keberhasilan SMKN 1 Praya Tengah menembus jajaran 25 Sekolah Berprestasi Nasional 2026 versi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menjadi sinyal positif bagi pendidikan vokasi di Nusa Tenggara Barat.
Pencapaian ini tidak lepas dari keberhasilan sekolah dalam mengirimkan delegasi tangguh di berbagai ajang kompetisi bergengsi.
​Kepala SMKN 1 Praya Tengah, Rias Sandi Miswardani, mengungkapkan bahwa kunci utama dari prestasi ini adalah keterlibatan langsung siswa dalam ekosistem kompetisi nasional.
​”Masuk dalam 25 sekolah berprestasi tentunya bukan hal yang mudah. Siswa-siswi kami juga ikut merasakan kerasnya perjuangan di lapangan,” ujar Rias Sandi, Kamis (25/03).
​
​Salah satu pilar utama yang mendongkrak poin sekolah di mata Puspresnas adalah partisipasi aktif dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Ajang ini merupakan olimpiade keterampilan bagi siswa SMK yang setara dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat SMA.
​Menurut Rias Sandi, sekolah telah melakukan transformasi kurikulum yang berbasis pada standar industri agar siswa siap berlaga.
• ​Pembinaan Intensif: Siswa terpilih mendapatkan pendampingan khusus dari praktisi industri.
• ​Mentalitas Juara: Siswa didorong untuk tidak sekadar berpartisipasi, tetapi mampu membawa pulang medali.
• ​Dukungan Sarana: Laboratorium praktik dioptimalkan agar serupa dengan lingkungan kerja nyata.
​”Berbagai lomba nasional diikuti siswa, termasuk LKS yang menjadi tolok ukur utama. Kami ingin membuktikan bahwa sekolah dari daerah juga mampu bersaing secara nasional,” tambahnya.
​
​Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kemendikdasmen merupakan lembaga yang bertanggung jawab memetakan talenta unggul di seluruh penjuru Indonesia. Melalui sistem penilaian yang ketat, Puspresnas memantau perkembangan sekolah-sekolah yang konsisten mencetak prestasi di bidang: Sains dan Inovasi, Seni dan Kreativitas, dan Keterampilan Vokasi (Olimpiade Keterampilan).
​Dengan status sebagai salah satu dari 25 sekolah terbaik, SMKN 1 Praya Tengah kini menjadi rujukan bagi sekolah menengah kejuruan lainnya dalam hal pengelolaan prestasi siswa.
​
​Rias Sandi berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berinovasi. “Prestasi ini bukan akhir, melainkan pintu gerbang bagi siswa kami untuk lebih mudah terserap di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) karena kualitas mereka sudah diakui negara,” pungkasnya.(FIT)
